
Rapat Koordinasi dan Kerjasama Penanggulangan Bencana di Wilayah Kerja Bakorwil Jember
Bakorwil V Provinsi Jawa Timur di Jember, dalam upaya penanggulangan, pencegahan dan antisipasi Bencana yang terjadi di Wilayah Kerjanya mengkoordinasikan serta mensinergikan pihak-pihak terkait untuk bersama-sama mencari solusi dan langkah pencegahan maupun penanggulangan terjadinya bencana, hal ini mengingat kondisi cuaca maupun daerah-daerah yang rawan bencana khususnya di wilayah kerja Bakorwil Jember. Dalam sepekan telah terjadi beberapa kali bencana alam seperti halnya Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo, setidaknya tercatat ada 66 rumah rusak, 566 KK terisolir dan 2 warga Desa Andung Biru meninggal dunia, serta sejumlah infrastruktur rusak akibat bencana alam itu. Tanah longsor juga terjadi di Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember. Kedua peristiwa alam itu, diduga disebabkan oleh kerusakan hutan di sekitar Gunung Gambir, Jember. Dimana, terjadi penebangan secara besar-besaran sejak 2 tahun lalu.
Dalam Rapat Koordinasi dan Kerjasama Penanggulangan Bencana Alam tersebut hadir Kepala Bakorwil V Provinsi Jawa Timur di Jember, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo, Komandan Kodim 0820 Probolinggo, Komandan Kodim 0824 Jember, Kepala KPH Probolinggo, Kepala KPH Jember, Direktur Perum Perhutani Unit II Jawa Timur beserta instansi terkait lainnya.
Dalam paparannya BPBD Provinsi Jawa Timur mengkaji resiko bencana yang mungkin terjadi di Jawa Timur pada tahun 2016 s/d 2020 mengingat kondisi atau gambaran umum Provinsi Jawa Timur yang memiliki 7 Gunung Api Aktif dari 127 Gunung Api Aktif yang ada di Indonesia, Provinsi Jawa Timur merupakan daerah rawan gempa bumi, karena berdekatan dengan jalur pertemuan lempeng tektonik, yaitu lempeng Indo-Australia, sebagian besar kawasan pesisir pantai di Jawa Timur rawan terlanda Tsunami, serta Iklim tropis yang menyebabkan sering terjadinya banjir, tanah longsor, cuaca ekstrim, kekeringan, kebakaran lahan dan hujan serta abrasi dan gelombang ekstrim di beberapa wilayah di Jawa Timur.
Dari sudut pandang Perhutani disampaikan bahwa faktor yang mempengaruhi terjadinya bencana alam banjir & tanah longsor khusunya yang terjadi di Kabupaten Probolinggo, Lumajang dan Situbondo antara lain yaitu :
- Curah hujan tinggi/deras/lebat & dalam waktu yang lama;
- Penutupan lahan yang berupa vegetasi pohon / tegakan / tanaman & termasuk kerapatan tajuk pohon serta tanaman perdu & tanaman bawah/dasar/lantai hutan;
- Topografi, tingkat kemiringan lahan (curam / terjal, landai, datar);
- Tipe tanah terkait daya serap air (berbatu, berpasir, liat, gembur / remah);
- Kapasitas / daya tampung aliran sungai (sungai dalam / dangkal, sungai besar / kecil).
Berdasarkan masukan dan permasalahan yang disampaiakan dalam kegiatan ini, maka disusunlah Rekomendasi yang telah disepakati bersama sebagaimana 2 program pokok utama sebagai berikut :
1. Program Jangka Pendek yang terdiri dari :
- Pembentukan Tim untuk Penanggulangan,Pencegahan dan antisipasi untuk wilayah kab probolinggo dan Kab. Jember. Posko berada di Kantor Bakorwil V Provinsi Jawa Timur di Jember dan posko lapangan di lokasi bencana Kab. Probolinggo dan di Lokasi bencana Kab. Jember ;
- Tim melakukan kunjungan bersama meninjau lokasi bencana (Kec. Tiris dan Sumberbaru);
- Merumuskan program yg akan dilaksanakan oleh masing-masing instansi terkait;
- Sosialisasi tanggap bencana terhadap warga yg terdampak bencana dan warga yg belum terdampak bencana, fasilitas kesehatan yang terancam bencana;
- Relokasi rumah, Normalisasi jalan dan sungai;
- Penutupan rekahan /retakan di Kec. Tiris lebar 30 cm, panjang sepanjang gunung Gambir dengan plastik / terpal;
- Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Jember untuk berkirim surat kepada Kepala Pusat Vulkanologi Bencana Geologi;
- Usulan untuk mengadakan penelitian kajian khusus solusi dan antisipasi terjadinya bencana di Kec. Tiris Kab. Probolinggo dan Kec. Sumberbaru Kab. Jember ke Litbang dan ITS;
- Penyediaan peralatan kebencanaan (alat berat);
- Rambu-rambu peringatan akan terjadinya bencana alam dan evakuasi.
2. Program Jangka Panjang yang terdiri dari :
- Melaksanakan FGD (Forum Group Disscusion) mengusulkan/meriview kembali tata ruang gunung Gambir Kab. Probolinggo dan Kab Jember dengan pengkayaan tegakan dengan tanaman yang konservatif; (Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur);
- Rehabilitasi di dalam kawasan hutan untuk di KPH Probolinggo 1.381,64 Hektar, di KPH Jember 2.944,51 Hektar, dan DAS Pekalen dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS-HL) Brantas Sampean;
- Melaksanakan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan secara terpadu yaitu memadukan kegiatan vegetative berupa penanaman danb pembuatan bangunan sipil teknis berupa DAM penahan. (Dinas Kehutanan Prov Jatim );
- Diusulkan kepada Dinas PU Pengairan Prov. Jatim, untuk pembangunan Embung di wilayah Hulu sungai Pekalen.